oleh :
ICHSAN KURNIAWAN,SP
URI SAMSURI
(Penyuluh Kabupaten Agam)
Go Green.. Kata ini makn populer, setelah isu Global Warming beberapa
tahun terakhir, istilah ini menjadi selalu mengiang-ngiang..
Ini wujud keprihatinan kitta pada kondisi bumi saat ini. Semakin panas.
Lalu apa sebenarnya yang terjadi..??? Singkatnya Global Warming atau
yang kita kenal dengan istilah keren "pemanasan global" merupakan gejala
peningkatan suhu rata-rata dari permukaan bumi yang kita diami. Faktor
yang memicu gejala ini menurut penelitian yang telah dilakukan beberapa
dekade terakhir oleh para ahli menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya
planet bumi terkait secara langsung dengan gas-gas rumah kaca yang
dihasilkan oleh aktifitas yang dilakukan penghuni bumi sendiri yakni
manusia. Hal ini pula lah yang membuat perubahan signifikan dari gejala
permusiman seperti misalnya musim panas menjadi lebih panjang.
Menurut Wikipedia sendiri efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh
segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan
menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi
sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika
tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan
menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas
tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan
global.
Selanjutnya menurut Wikipedia pemanasan global menyebabkan beberapa hal yakni :
- Iklim mulai tidak stabil
- Peningkatan permukaan laut
- Suhu global cenderung meningkat
- Gangguan ekologis
- Dampak Sosial dan Politik
Oleh sebab itulah, saat ini muncul sitilah Go Green yang notabene
merupakan wujud dari bentuk kesadaran kita sebagai penghuni bumi (baca :
yang meminjam bumi kepada Tuhan sebagai tempat berdiam). Prinsip dari
kegiatannya adalah :
1. Reduce atau yang bisa kita sebut dengan mengurangi adalah upaya kita
dalam kehidupan dalam mengurangi barang-barang ataupun material yang
biasa kita gunakan. Karena dengan meminimalisir hal tersebut akan dapat
mengurangi sampah yang dihasilkannya.
2. Reuse atau memakai kembali yaitu dengan cara membeli barang-barang
yang bisa dipakai kembali atau barang yang bukan sekali pakai.
3. Recycle yaitu mendaur ulang, kini sudah banyak cara untuk dapat
memanfaatkan sampah menjadi barang daur ulang yang bernilai, dengan cara
seperti ini kita dapat mengurangi sampah dan menjadikannya barang yang
berharga.
4. Replace yang bisa kita artikan dengan mengganti yaitu berusaha
mengganti barang-barang yang merusak lingkungan dengan barang-barang
yang ramah lingkungan, sehingga barang-barang tersebut jika menjadi
sampah dapat di degradasi secara alami.
Kabupaten Agam sendiri di bawah kepemimpinan Bupati Agam Indra Catri
menyuarakan gerakan ini seperti yang dilansir The Green Team from Agam
yakni Program Agam Go Green 2012. Menurut The Green Team from Agam
walaupun sedikit terlambat dari pencanangannya, kita sebagai masyarakat
di Kabupaten Agam, perlu bersyukur dengan ditelorkannya program ini, dan
mari kita dukung program ini dengan peran dan kemampuan kita. mari kita
bahas satu persatu tindakan Go Green atau pencegahan apa saja yang bisa
kita lakukan untuk penyelamatan khusunya Kabupaten Agam yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari Bumi ini agar menjadi Hijau dan Segar.
1. Menanam Pohon.
Tindakan ini adalah tindakan pertama yang harus kita lakukan, karena tak
mungkin Agam ini hijau, apabila kita tidak menanam pohon, pohon jangan
diartikan pohon yang terdapat di hutan saja, pohon banyak macamnya dan
dapat ditanam dimana saja. Terutama tentu di lingkungan kita.
2. Menyuarakan dan mendorong agar semua elemen masyarakat, kalangan
Pemerintahan, swasta, baik organisasi maupun Individu untuk dapat
mensukseskan Green Campaign. Kita semua harus menjadi penyuluh untuk
Agam Go Green, karena tanpa di komponyekan mustahil program ini berjalan
sukses keseluruh bidang kehidupan di Kabupaten Agam.
Kompanye ini dilakukan guna tercipta budaya yang baik dengan kebiasaan
kita Anak Bangsa Indonesia. Salah satu materi yang kita sampaikan adalah
“ Jangan Membuang Sampah Sembarangan”, “Buanglah Sampah Dengan Baik
& Benar”, “yakni memisahkan sampah Organik dan Non Organik”.
3. Mengefisienkan pengunaan Energi Listrik sehari-hari dan Mengurangi
penggunaan bahan bakar Minyak. Tentu agar masyarakat Kabupaten Agam
mengurangi penggunaan minyak dengan menggunakan kendaraan umum untuk
beraktifitas. Dari segi regulator, pemerintah harus nyediakan angkutan
umum yang memadai dan nyaman bagi masyarakatnya.
4. Mengurangi penggunaan kertas, dengan cara mengantikannya secara
Electronik atau Online atau dengan menggunakan kertas dari bahan Daur
Ulang. Tindakan yang satu ini sangat mungkin kita lakukan, karena
bukankah sudah ada Undang-Undang tentang transaksi Elektonik yang
dijamin legalitasnya. Dari segi pemerintahkan kenapa kita harus memprint
surat yang banyak, dan mengantarkan ke tempat orang yang diundang,
kalau bisa kita lakukan dengan Email, dan aplikasi online lainnya. Untuk
melakukan ini, Kabupaten Agam harus menjadi Kabupaten Cyber, menyedikan
jaringan Internet di perkantoran pemerintahan.
5. Mengefisienkan dan mengurangi pengunaan Air yang tidak perlu dalam
penggunaannya sehari-hari, serta menggalakkan Pembuatan Lubang Biofory
khususnya di Perkotaan.
6. Melakukan Perubahan ke Gaya Hidup Hijau yang Ramah Lingkungan dengan
Mengunakan dan membeli produk- produk yang ramah lingkungan pula / Green
Products. Membiasakan memakan buah dan sayuran lokal. Memang sangat
menggoda memakan buah apel amerika atau sayuran impor lainnya dari
negara lain, namun mengimpor buah dan sayuran tersebut menghabiskan
banyak energi dan membuang karbon dalam perjalanannya. Indonesia, kaya
akan buah dan sayuran lokal yang tak kalah lezat dan bergizi
dibandingkan buah impor. Berjalanlah ke pasar tradisonal dan temukan
buah-buahan lokal yang asli 100% dari Indonesia. Love Indonesia
7. Mencegah terjadinya kebakaran hutan. Untuk diketahui bahwa sebagian
besar dari sumbangan emisi carbon dari Indonesia adalah dari kebakaran
hutan. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan kebakaran. Terutama yang
berbasis masyarakat. Karena apabila hanya mengandalkan petugas tidak
akan maksimal.
Semoga bumi yang kita pinjam untuk kita diami ini dapat kita pelihara
dengan baik. Agam, Go Green Must Go on..!!! Mari kita berjuang..

No comments:
Post a Comment