oleh :
ICHSAN KURNIAWAN,SP
URI SAMSURI
(Penyuluh Kabupaten Agam)
Go Green.. Kata ini makn populer, setelah isu Global Warming beberapa
tahun terakhir, istilah ini menjadi selalu mengiang-ngiang..
Ini wujud keprihatinan kitta pada kondisi bumi saat ini. Semakin panas.
Lalu apa sebenarnya yang terjadi..??? Singkatnya Global Warming atau
yang kita kenal dengan istilah keren "pemanasan global" merupakan gejala
peningkatan suhu rata-rata dari permukaan bumi yang kita diami. Faktor
yang memicu gejala ini menurut penelitian yang telah dilakukan beberapa
dekade terakhir oleh para ahli menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya
planet bumi terkait secara langsung dengan gas-gas rumah kaca yang
dihasilkan oleh aktifitas yang dilakukan penghuni bumi sendiri yakni
manusia. Hal ini pula lah yang membuat perubahan signifikan dari gejala
permusiman seperti misalnya musim panas menjadi lebih panjang.
Menurut Wikipedia sendiri efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh
segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan
menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi
sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika
tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan
menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas
tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan
global.
Selanjutnya menurut Wikipedia pemanasan global menyebabkan beberapa hal yakni :
- Iklim mulai tidak stabil
- Peningkatan permukaan laut
- Suhu global cenderung meningkat
- Gangguan ekologis
- Dampak Sosial dan Politik
Oleh sebab itulah, saat ini muncul sitilah Go Green yang notabene
merupakan wujud dari bentuk kesadaran kita sebagai penghuni bumi (baca :
yang meminjam bumi kepada Tuhan sebagai tempat berdiam). Prinsip dari
kegiatannya adalah :
1. Reduce atau yang bisa kita sebut dengan mengurangi adalah upaya kita
dalam kehidupan dalam mengurangi barang-barang ataupun material yang
biasa kita gunakan. Karena dengan meminimalisir hal tersebut akan dapat
mengurangi sampah yang dihasilkannya.
2. Reuse atau memakai kembali yaitu dengan cara membeli barang-barang
yang bisa dipakai kembali atau barang yang bukan sekali pakai.
3. Recycle yaitu mendaur ulang, kini sudah banyak cara untuk dapat
memanfaatkan sampah menjadi barang daur ulang yang bernilai, dengan cara
seperti ini kita dapat mengurangi sampah dan menjadikannya barang yang
berharga.
4. Replace yang bisa kita artikan dengan mengganti yaitu berusaha
mengganti barang-barang yang merusak lingkungan dengan barang-barang
yang ramah lingkungan, sehingga barang-barang tersebut jika menjadi
sampah dapat di degradasi secara alami.
Kabupaten Agam sendiri di bawah kepemimpinan Bupati Agam Indra Catri
menyuarakan gerakan ini seperti yang dilansir The Green Team from Agam
yakni Program Agam Go Green 2012. Menurut The Green Team from Agam
walaupun sedikit terlambat dari pencanangannya, kita sebagai masyarakat
di Kabupaten Agam, perlu bersyukur dengan ditelorkannya program ini, dan
mari kita dukung program ini dengan peran dan kemampuan kita. mari kita
bahas satu persatu tindakan Go Green atau pencegahan apa saja yang bisa
kita lakukan untuk penyelamatan khusunya Kabupaten Agam yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari Bumi ini agar menjadi Hijau dan Segar.
1. Menanam Pohon.
Tindakan ini adalah tindakan pertama yang harus kita lakukan, karena tak
mungkin Agam ini hijau, apabila kita tidak menanam pohon, pohon jangan
diartikan pohon yang terdapat di hutan saja, pohon banyak macamnya dan
dapat ditanam dimana saja. Terutama tentu di lingkungan kita.
2. Menyuarakan dan mendorong agar semua elemen masyarakat, kalangan
Pemerintahan, swasta, baik organisasi maupun Individu untuk dapat
mensukseskan Green Campaign. Kita semua harus menjadi penyuluh untuk
Agam Go Green, karena tanpa di komponyekan mustahil program ini berjalan
sukses keseluruh bidang kehidupan di Kabupaten Agam.
Kompanye ini dilakukan guna tercipta budaya yang baik dengan kebiasaan
kita Anak Bangsa Indonesia. Salah satu materi yang kita sampaikan adalah
“ Jangan Membuang Sampah Sembarangan”, “Buanglah Sampah Dengan Baik
& Benar”, “yakni memisahkan sampah Organik dan Non Organik”.
3. Mengefisienkan pengunaan Energi Listrik sehari-hari dan Mengurangi
penggunaan bahan bakar Minyak. Tentu agar masyarakat Kabupaten Agam
mengurangi penggunaan minyak dengan menggunakan kendaraan umum untuk
beraktifitas. Dari segi regulator, pemerintah harus nyediakan angkutan
umum yang memadai dan nyaman bagi masyarakatnya.
4. Mengurangi penggunaan kertas, dengan cara mengantikannya secara
Electronik atau Online atau dengan menggunakan kertas dari bahan Daur
Ulang. Tindakan yang satu ini sangat mungkin kita lakukan, karena
bukankah sudah ada Undang-Undang tentang transaksi Elektonik yang
dijamin legalitasnya. Dari segi pemerintahkan kenapa kita harus memprint
surat yang banyak, dan mengantarkan ke tempat orang yang diundang,
kalau bisa kita lakukan dengan Email, dan aplikasi online lainnya. Untuk
melakukan ini, Kabupaten Agam harus menjadi Kabupaten Cyber, menyedikan
jaringan Internet di perkantoran pemerintahan.
5. Mengefisienkan dan mengurangi pengunaan Air yang tidak perlu dalam
penggunaannya sehari-hari, serta menggalakkan Pembuatan Lubang Biofory
khususnya di Perkotaan.
6. Melakukan Perubahan ke Gaya Hidup Hijau yang Ramah Lingkungan dengan
Mengunakan dan membeli produk- produk yang ramah lingkungan pula / Green
Products. Membiasakan memakan buah dan sayuran lokal. Memang sangat
menggoda memakan buah apel amerika atau sayuran impor lainnya dari
negara lain, namun mengimpor buah dan sayuran tersebut menghabiskan
banyak energi dan membuang karbon dalam perjalanannya. Indonesia, kaya
akan buah dan sayuran lokal yang tak kalah lezat dan bergizi
dibandingkan buah impor. Berjalanlah ke pasar tradisonal dan temukan
buah-buahan lokal yang asli 100% dari Indonesia. Love Indonesia
7. Mencegah terjadinya kebakaran hutan. Untuk diketahui bahwa sebagian
besar dari sumbangan emisi carbon dari Indonesia adalah dari kebakaran
hutan. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan kebakaran. Terutama yang
berbasis masyarakat. Karena apabila hanya mengandalkan petugas tidak
akan maksimal.
Semoga bumi yang kita pinjam untuk kita diami ini dapat kita pelihara
dengan baik. Agam, Go Green Must Go on..!!! Mari kita berjuang..
Selamat datang di blog kami. Blog ini berisikan tentang perkembangan dan informasi dunia penyuluhan serta pembangunan pertanian, peternakan, perikanan, kehuatanan dan ketahanan pangan serta hot news pembangunan sektor kerakyatan khususnya Kabupaten Agam. Semoga blog ini mendatangkan manfaat bagi kita semua. Aamiin yaa rabbal'alamin.
Thursday, April 25, 2013
TANAM SIRAM TANAM
by Iwan Fals
Tanam tanam tanam kita menanam
Tanam pohon kehidupan
Kita tanam masa depan
Tanam tanam tanam kita menanam
Jangan lupa disiram
Yang sudah kita tanam
Siram siram siram yo kita siram
Apa yang kita tanam
Ya mesti kita siram
Tanam tanam pohon kehidupan
Siram siram sirami dengan sayang
Tanam tanam tanam masa depan
Benalu benalu kita bersihkan
Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon
Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar
Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun
Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam ... oi
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam
Tanam tanam tanam kita menanam
Tanam pohon kehidupan
Kita tanam masa depan
Tanam tanam tanam kita menanam
Jangan lupa disiram
Yang sudah kita tanam
Siram siram siram yo kita siram
Apa yang kita tanam
Ya mesti kita siram
Tanam tanam pohon kehidupan
Siram siram sirami dengan sayang
Tanam tanam tanam masa depan
Benalu benalu kita bersihkan
Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon
Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar
Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun
Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan
![]() |
| Illustrasi Dok. Ichsan Kurniawan (Pembibitan Kel. Sawah Liek |
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam ... oi
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam
POHON UNTUK KEHIDUPAN
by Iwan Fals
Kebenaran dapat datang dri mana saja, bahkan dari lagu sekalipun. Mari kita cermati secara mendalam serta kita renungi makna dari syair karya Iwan Fals berikut ini.
Hari baru telah datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak terhenti
Bukalah hati
Rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang
Satukan hati
Tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan
Di hatiku ada pohon
Di hatimu ada pohon
Pohon untuk kehidupan
Tentram damai
Hidup rukun saling percaya
Hijau rindang sekitar kita
Andai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan di tunda
Terus tanam jangan berhenti
Alam lestari
Hidup tak bakal berhenti
Kebenaran dapat datang dri mana saja, bahkan dari lagu sekalipun. Mari kita cermati secara mendalam serta kita renungi makna dari syair karya Iwan Fals berikut ini.
Hari baru telah datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak terhenti
Bukalah hati
Rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang
Satukan hati
Tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan
Di hatiku ada pohon
Di hatimu ada pohon
Pohon untuk kehidupan
Tentram damai
Hidup rukun saling percaya
Hijau rindang sekitar kita
Andai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan di tunda
Terus tanam jangan berhenti
Alam lestari
Hidup tak bakal berhenti
PRINSIP DASAR PENYULUAHAN
Penyuluhan yang dalam
bahasa Inggris nya diistilahkan dengan extention bermakna pemberian “suluh”
atau penerangan (terhadap sesuatu yang tentu masih gelap atau remang-remang).
Mardikanto (1993)
penyuluhan dapat diartikan sebagai proses penyebarluasan informasi yang
berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara berusahatani demi tercapainya
peningkatan pendapatan dan perbaikan kesejahteraan keluarganya.
Menurut Deptan (2002) penyuluhan pertanian adalah pemberdayaan
petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan
pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya
sendiri, baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan
dan kesejahteraan mereka dapat dicapai.
Sementara menurut UU SP3K
sendiri penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu
menolong dan
mengorganisasikan
dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya
lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,
pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam
pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Berdasarkan
beberapa pengertian di atas kita dapat menangkap proses yang terjadi dalam penyuluhan pertanian dalam beberapa
point yakni :
a. Proses komunikasi persuasif, yang dilakukan oleh
penyuluh dalam memfasilitasi sasaran
(pelaku utama dan pelaku usaha) beserta keluarganya guna membantu mencari
pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usahan mereka,
komunikasi ini sifatnya mengajak dengan menyajikan alternatif-alternatif
pemecahan masalah, namun keputusan tetap pada sasaran.
b. Proses pemberdayaan, maknanya adalah memberikan
“kuasa dan wenang” kepada pelaku utama dan pelaku usaha serta mendudukkannya
sebagai “subyek” dalam proses pembangunan pertanian, bukan sebagai
“obyek”, sehingga setiap orang pelaku
utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan) mempunyai kesempatan yang sama
untuk :
1). Berpartisipasi;
2). Mengakses
teknologi, sumberdaya, pasar dan modal;
3). Melakukan
kontrol terhadap setiap pengambilan keputusan;
4). Memperoleh
manfaat dalam setiap lini proses dan hasil pembangunan pertanian.
c. Proses pertukaran informasi timbal-balik antara
penyuluh dan sasaran (pelaku utama maupun pelaku usaha).Proses pertukaran
informasi timbal-balik ini mengenai berbagai alternatif yang dilakukan dalam
upaya pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usahanya.
Tujuan dari proses tersebut yakni mengubah perilaku ( pengetahuan, ketrampilan,
sikap) petani agar dapat bertani lebih baik (better farming),
berusahatani lebih menguntungkan (better business), hidup lebih
sejahtera (better living) dan bermasyarakat lebih baik ( better community).
Filosofi dari penyuluhan sendiri adalah bekerja bersama masyarakat dalam melakukan
usahanya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesadarannya dalam pelestarian
lingkungan hidup
Prinsip penyuluhan tersebut adalah prinsip yang sesuai pendidikan orang dewasa
(pihak sasaran
penyuluhan):
- Belajar suka rela
- Materi berdasar kebutuhan petani
- Petani mampu belajar, sanggup berkreasi dan tidak konservatif
- Keinginan, kemampuan, kesanggupan utk maju sdh ada pd petani
- Belajar dng mengerjakan sendiri
- belajar dengan melalui pemecahan masalah yang dihadapi
Dalam
penyuluhan pertanian dikenal 13 azaz
yakni :
- Penyuluhan berazaskan demokrasi adalah penyuluhan yang diselenggarakan dengan saling menghormati pendapat antara pemerintah, pemerintah daerah, dan pelaku utama serta pelaku usaha lainnya.
- Penyuluhan berazasakan manfaat adalah penyuluhan yang harus memberikan nilai manfaat bagi peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan perilaku untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha.
3.
Penyuluhan
berazaskan kesetaraan adalah hubungan antara penyuluh, pelaku utama, dan
pelaku usaha yang harus merupakan mitra sejajar.
- Penyuluhan berazaskan keterpaduan adalah penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan secara terpadu antar kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
- Penyuluhan berazaskan keseimbangan adalah setiap penyelenggaraan penyuluhan harus memperhatikan keseimbangan antara kebijakan, inovasi teknologi dengan kearifan masyarakat setempat, pengarusutamaan gender, keseimbangan pemanfaatan sumber daya dan kelestarian lingkungan, dan keseimbangan antar kawasan yang maju dengan kawasan yang relatif masih tertinggal.
- Penyuluhan yang berazaskan keterbukaan adalah penyelenggaraan penyuluhan dilakukan secara terbuka antara penyuluh dan pelaku utama dan usaha.
- Penyuluhan berazaskan kerjasama adalah penyelenggaraan penyuluhan harus diselenggarakan secara sinergis dalam kegiatan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan serta sektor lain yang merupakan tujuan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
- Penyuluhan berazaskan partisipatif adalah penyelenggaraan penyuluhan yang melibatkan secara aktif pelaku utama dan pelaku usaha dan penyuluh sejak perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
- Penyuluhan berazaskan kemitraan adalah penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, saling memperkuat, dan saling membutuhkan antara pelaku utama dan pelaku usaha yang difasilitasi oleh penyuluh.
- Penyuluhan berazaskan keberlanjutan adalah penyelenggaraan penyuluhan dengan upaya secara terus menerus dan berkesinambungan agar pengetahuan, ketrempilan, serta perilaku pelaku utama dan pelaku usaha semakin baik dan sesuai dengan perkembangan sehingga dapat terwujud kemandirian.
- Penyuluhan berazaskan berkeadilan adalah penyelenggaraan yang memposisikan pelaku utama dan pelaku usaha berhak mendapatkan pelayanan secara proporsional sesuai dengan kemampuan, kondisi, serta kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha.
- Penyuluhan berazaskan pemerataan adalah penyelenggaraan penyuluhan harus dapat dilaksanakan secara merata bagi seluruh wilayah RI dan segenap lapisan pelaku utama dan pelaku usaha.
- Penyuluhan berazaskan bertanggung gugat adalah evaluasi kinerja penyuluhan dikerjakan dengan membandingkan pelaksanaan yang telah dilakukan dengan perencanaan yang telah dibuat dengan sederhana, terukur, dapat dicapai, rasional, dan kegiatannya dapat jadualkan.
Sasaran dari penyuluhan sendiri adalah
- Sasaran utama penyuluhan yaitu pelaku utama dan pelaku usaha.
- Sasaran antara penyuluhan yaitu pemangku kepentingan lainnya yang meliputi kelompok atau lembaga pemerhati pertanian, perikanan, dan kehutanan serta generasi muda dan tokoh masyarakat.
Sementara ruang
lingkup dari penyuluhan sendiri meliputi :
- Kegiatan Agribisnis
- Kegiatan Keluarga Tani
- Bagian dr Pembangunan
- Upaya Berkelanjutan
- Upaya Pengembangan SDM
Strategi dalam penyuluhan ini adalah :
- Medayagunakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai basis kegiatan penyuluhan.
- Menjadikan penyuluhan sebagai kebutuhan Pemkab/Pemkot dan gerakan masyarakat yg dinamis dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat umumnya.
- Meningkatkan peran penyuluh swadaya dr petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis
- Mengembangkan pendekatan penyuluhan dng perspektif sistem dan usaha agribisnis dan ketahanan pangan berdasar kepentingan petani.
- Mendorong adanya diferensiasi tugas dan fungsi antara dinas pengaturan dan pelayanan dng kelembagaan penyuluhan.
- Menggunakan petani belajar dr petani sbg pendekatan utama kegiatan penyuluhan
7. Menggunakan metoda POD dng
pendekatan belajar sambil bekerja, bekerja sambil belajar, dan belajar untuk
menemukan.
- Memberdayakan wanita dan generasi muda pertanian dlm pembangunan agribisnis dan ketahanan pangan yg responsif gender.
- Menumbuhkembangkan dinamika organisasi dan kepemimpinan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis.
- Mengembangkan sekolah-2 pertanian dan lembaga PT utk mempersiapkan pengusaha agribisnis masa depan dan penyuluh ahli, memberikan konsultasi dan mengembangkan penyuluhan.
- Mengembangkan Balai Diklat Pertanian/ Agribisnis yg berfungsi utk memberdayakan penyuluh secara berkesinambungan melalui kegiatan diklat.
- Mengembangkan inkubator agribisnis di lembaga-2 pendidikan pertanian
- Mengembangkan dan memanfaatkan sumber-2 informasi ilmiah dan teknologi lokal spesifik yg cakupannya diperluas dng informasi sosial ekonomi khususnya informasi pasar yg dikembangkan oleh petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis.
- Mendorong Pemda, LSM, masyarakat pelaku agribisnis dan keluarga petani utk membiayai penyelenggaraan penyuluhan.
Jika prinsip serta kaidah
dasar dalam penyuluhan tersebut dapat terpenuhi, mudah-mudahan tujuan dalam
pensejahteraan kehidupan masyarakat tani InsyaAllah dapat dicapai melalui
peningkatan sumber daya manusia pertanian yang berwawasan dan berkemampuan
dalam bidang agribisnis yang terpadu.
(by Ichsan Kurniawan,SP disari dari Materi Diksar Penyuluhan)
MENANAM ADALAH PEKERJAAN MULIA
![]() |
| Dok.BP4K2P Kabupaten Agam |
Menanam adalah pekerjaan mulia baik itu tanaman pertanian, perkebunan maupun juga kehutanan. Khusus untuk tanaman kayu-kayuan (kehutanan), hal ini dilakukan demi memelihara kelestarian lingkungan dan juga sebagai investasi masa depan. Hal ini senada dengan tekad BP4K2P dalam mensukseskan program Agam menyemai dan Agam Menanam yang dicetuskan Bapak Bupati Agam Ir.Indra Catri,MSP
Selain itu kemuliaan aktivitas menanam ini juga telah dijelaskan Rasul dalam beberapa petikan hadist yang bunyinya sebagai berikut.
1) “Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah”. [HR. Ahmad ]
2) "Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Al-Bukhoriy ]
3) "Tak
ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari
tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah.
Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan)
itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka
hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi,
kecuali itu akan menjadi sedekah baginya” . [HR. Muslim ]
PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN TANI
Kelompoktani
adalah kumpulan petani/ peternak/pekebun yang
dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial,
ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha
anggota.
(Peraturan
Menteri Pertanian , nomor : 273/Kpts/
OT.160/4/2007, tanggal 13 April 2007, tentang Pembinaan Kelembagaan Petani)
Prinsip dalam penumbuhan
Kelompok Tani
- Kebebasan,
- Keterbukaan,
- Partisipatif,
- Keswadayaan,
- Kesetaraan,
- Kemitraan,
Pengembangan Kelompok
Tani :
- Adanya pertemuan pengurus secara berkala dan berkesinambungan;
- Disusunannya rencana kerja kelompok secara bersama dan dilaksanakan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi;
- Memiliki aturan/norma yang disepakati dan ditaati bersama.
- Memiliki pencatatan/pengadministrasian organisasi yang rapih;
- Memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama di sektor hulu dan hilir;
- Memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar;
- Sebagai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi untuk usaha para petani umumnya dan anggota kelompoktani khususnya;
- Adanya kemitraan dengan pihak lain;
- Adanya pemupukan modal usaha baik iuran dari anggota atau penyisihan hasil usaha/kegiatan kelompok.
Ciri-ciri Kelompok Ideal
- Adanya pengurusan yang aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing
- Adanya administrasi dan pembukuan yang lengkap dan transparan
- Adanya RUK, AD/ART dan profil kelompok
- Adanya sekretariat/ saung tani yang berfungsi: tempat bermusyawarah, tempat data-data pokok maupun penunjang, memiliki papan kel tan dan informasi
- Adanya kegiatan bersama
- Adanya pertemuan secara berkala dan rutinitas
- Adanya kemitraan dengan pelaku usaha
- Adanya pengkaderan
- Adanya pemupukan dan pengembangan modal bersama dan kemitraan
- Pengurus rajin mencari informasi teknis, sosial maupun ekonomi
- Terciptanya kelembagaan keuangan (koperasi tani/ simpan pinjam dlll)
Link : blog petani kreatif
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI
Dasar Pendirian Kelompok
Tani :
•
Menurut: Satuan Pengendalian
Bimas-Jakarta 1980 (Capita selecta) Kelompok Tani adalah: Kumpulan orang-orang
tani (dewasa , wanita, pemuda) yang terikat secara informal dalam suatu wilayah
kelompok atas dasar keserasin dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan
pengaruh dan pimpinan seorang kontak tani.
•
UU No.
16 tahun 2006 tentang sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan: Kelembagaan Petani, Pekebun Peternak nelayan
pembudidaya ikan, pengolah ikan dan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan
hutan adalah lembaga yang ditumbuh kembangkan dari, oleh dan untuk pelaku utama
(Petani).
•
Peraturan Menteri pertanian No.
273/Kpts/OT.160/4-2007 tanggal 13 April 2007, Tentang Pedoman Pembinaan
Kelembagaan Tani.Kelembagaan tani adalah kumpulan petani/ peternak/ pekebun
yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan
(sosial, ekonomi, sumber daya) dan Keakraban untuk meningkatkan dan
mengembangkan usaha kelompok.
Pengelolaan dan manajemen kelompok tani
yang ideal :
1. Proses perencanaan (penumbuhan)
a. Dasar penumbuhan
Ã’
Adanya kepentingan bersama
Ã’
Berada dalam satu wilayah
(domisili/ hamparan)
Ã’
Punya prinsip dasar dari, oleh
dan untuk petani
Ã’
Adanya anggota berkisar 20 s.d
25 orang disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usaha tani
Ã’
Adanya rasa memiliki dan
menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompok tani
b. Prinsip-prinsip penumbuhan kelompok tani
- Kebebasan, Keterbukaan, Partisipatif, Keswadayaan, Kesetaraan dan Kemitraan
c. Proses penumbuhan kelompok tani
- Pengumpulan data dan informasi
- Advokasi (saran dan pendapat) kepada para petani khususnya tokoh-tokoh petani setempat
2. Proses
Pelaksanaan
(peningkatan
Kemampuan kelompok Tani)
Proses peningkatan kelompok tani dimaksud
agar kelompok tani dapat berfungsi
a. Kelas belajar
- Kelompok tani diarahkan agar mempunyai kemampuan
- Menggali dan merumuskan keperluan belajar
- Merencanakan dan mempersiapkan keperluan
- Mejalin kerjasama dengan sumber-sumber informasi
- Menciptakan iklim/ lingkungan belajar yang sesuai
- Berperan aktif dalam proses belajar mengajar
- Mengemukakan dan memahami keinginan dan memecahkan masalah
- Dapat merumuskan kesepakatan bersama, baik dalam memecahkan berbagai masalah maupun untuk melakukan beberapa kegiatan kelompok tani
b. Wahana kerjasama
—
Menciptakan suasana saling
kenal, saling percaya mempercayai dan selalu berkeinginan untuk bekerjasama
—
Menciptakan suasana keterbukaan
dalam menyatakan pendapat dan pandangan diantara anggota untuk mencapai tujuan
—
Mengatur dan melaksanakan
pem-bagian tugas kerja sesuai dengan kesepakatan
—
Mengembangkan disiplin dan rasa
tanggung jawab
—
Merencanakan dan melaksanakan
musyawarah agar tercapai kesepakatan yang
bermanfaat bagi anggota
—
Mentaati dan melaksanakan
perjanjian dan kesepakatan
—
Menjalin kerjasama/ kemitraan
usaha
—
Mengadakan pemupukan modal
untuk keperluan pengembangan usaha
c. Unit produksi
·
Dapat mengambil keputusan dalam
menentukan pengembangan, bidang teknologi, sosial, permodalan sarana produksi
dan SDA
·
Menyusun rencana dan
pelaksanaan kegiatan
·
Memfasilitasi penerapan
teknologi (bahan, Alat dan cara)
·
Menjalin kerjasama / kemitraan
·
Mentaati dan melaksanakan
kesepakatan/ perjanjian
3. Proses
Evaluasi
Dapat mengevaluasi berupa:
•
Realisasi dari perencanaan dan
kegiatan bersama
•
Rencana dan realisasi kebutuhan
Rencana yang akan dilaksanakan ke depanTENTANG ZAKAT HASIL PANEN
ADMINISTRASI DAN PENCATATAN DALAM USAHA TANI
Usaha dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mencapai kesejahteraan, yakni dalam memenuhi kebutuhan materil & spiritual dimana kebutuhan materil
dapat dipenuhi melalui perolehan
pendapatan (income), sementara kebutuhan spiritual dapat terpenuhi apabila pelaku agribisnis dapat
memenuhi kebutuhan & kepuasan konsumen.
Untuk itu agribisnis harus dikelola secara benar agar kinerja usaha
mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi. Hal ini dapat diukur melalui analisis
usaha / bisnis dari data-data yang tercatat. Ya..tentu saja diharapkan secara lengkap.
Pencatatan
dan pembukuan usaha dalam agribisnis merupakan bentuk
pengukuran tertulis dari tingkat keberhasilan usaha. Maka dari itu dua hal ini mutlak diperlukan.
Nah apa pula sebenarnya
perbedaan dari keduanya. Mari kita bahas.
Pencatatan usaha sendiri merupakan serangkaian kegiatan untuk mencatat semua aktivitas
usaha yang dapat
digunakan sebagai bahan laporan, sementara
itu Pembukuan usaha merupakan suatu rangkaian
kegiatan dalam mencatat semua perubahan atau transaksi
yang telah dilakukan baik menyangkut
uang atau barang-barang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan guna
kelancaran usaha tersebut
Lantas, apa saja jenis
dan macam pencatatan usaha tersebut? Berikut penjelasannya saya tuangkan secara
detail.
Macam-macam Pencatatan Usaha
1.
Pencatatan Data Inventaris, yakni
mencatat seluruh inventaris yang dimiliki suatu
perusahaan agribisnis pada waktu tertentu; menilai masing-masing inventaris
untuk membantu dalam menetapkan kekayaan (assets) dan hutang (leabilities);
membandingkan nilai inventaris pada tahun sekarang dengan tahun sebelumnya;
sebagai bahan untuk membuat pencatatan neraca (balance sheet) untuk
laporan usaha.
2.
Pencatatan Data Produksi,
merupakan mencatat
kegiatan-kegiatan dalam proses produksi,
yaitu: tenaga kerja yg digunakan; jumlah produksi; bagian produksi yang
dikonsumsi sendiri dan membandingkan jumlah produksi saat ini dengan
tahun-tahun sebelumnya.
Produksi
usaha pertaninan selalu dicatat dalam satuan. Pencatatan dalam bentuk fisik
merupakan ciri dari catatan ini yang menunjukkan jumlah produksi; jumlah bahan
/ sarana produksi yang digunakan serta memberikan keterangan untuk persiapan
suatu perencanaan usaha. Dalam jangka pendek, catatan produksi ini sangat
penting untuk memilih tanaman / ternak / komoditi apa yang baik untuk
pengembangan usaha.
Beberapa
jenis pencatatan ini antara lain :
-
Catatan Produksi Tanaman.yang dicatat dalam buku sederhana tentang jenis komoditi, lahan / tempat, biaya produksi/input &
produksi/output.
-
Catatan Pengolahan Tanah yang mencatat tentang waktu, alat,
tenaga kerja dan biaya-biaya
yang dikeluarkan.
-
Catatan Ternak yakni
pencatatan-pencatatan tentang
peningkatan produktifitas dan
untuk seleksi.
-
Catatan Tenaga Kerja yang dapat
dibuat harian, jumlah tenaga kerja, jenis (Laki-laki, perempuan, anak-anak),
biaya tenaga kerja (keluarga / upahan)
dan peralatan yang digunakan.
-
Catatan Pakan yakni volume
pakan yg diberikan harus dicatat dengan tepat karena pakan merupakan bagian
yang terbesar untuk kebutuhan ternak
-
Catatan Pemakaian Produksi Usaha yaitu berisi catatan pembelian & penjualan produksi usaha,
jumlah pemakaian. Perubahan pada inventaris perlu tercatat dengan baik.
3.
Pencatatan Data Keuangan
Macam macamnya adalah
-
Catatan bukti transaksi
bisnis, merupakan dokumen asli bahan utama berupa “ slip “ atau
bukti-bukti penjualan; penerimaan; cek; faktur-faktur; kartu jam kerja;
rekening; dsb.
-
Jurnal, adalah catatan semua
transaksi bisnis dalam urutan kronologis, perkiraan berjalan (running
account) dari transaksi kegiatan sehari-hari. Disebut juga sebagai catatan
awal untuk bisnis (book of original
entry).
-
Buku Besar , disebut juga
perkiraan / rekening (account). Perkiraan
adalah: catatan terpisah untuk setiap kategori informasi, misal:
mengenai aktiva (assets); kewajiban / pasiva (leabilities);
informasi tentang pendapatan dan beban. Pemindahan dari jurnal ke buku besar
disebut pemosan (posting) dan untuk jangka yang teratur.
Pembukuan Usaha
1. Neraca, merupakan ikhtisar
dari semua hak milik hutang dan penanaman modal yang telah dilakukan oleh
pemilik dalam bisnis. Neraca terdiri dari 3 komponen, yaitu: komponen yang
menggambarkan kekayaan (assets/aktiva); yg menggambarkan semua hutang (leabilities
/ pasiva); selisih antara kekayaan dan hutang (nilai bersih / saldo).
- Assets lebih besar dari hutang : saldo positif dan
merupakan kekayaan bersih perusahaan (owner’s equity).
- Hutang lebih besar dari assets : maka nilai bersih
disebut saldo negatif (perusahaan defisit).
- Saldo disimpan disebelah neraca yang jumlahnya lebih kecil,untuk
menjadikan neraca seimbang.
Bentuk neraca
a. Bentuk Staffel (satu halaman), dimana daftar harta (kekayaan), hutang dan modal tersusun secara berurutan dari atas kebawah.
b. Bentuk Skontro (dua
halaman), dimana daftar harta (kekayaan) sebelah kiri / debet,
daftar hutang dan modal di sebelah kanan/ kredit.
2. Laporan Laba-rugi, adalah
ringkasan dari semua penerimaan ditambah keuntungan dikurangi
semua pengeluaran ditambah kerugian, sama dengan pendapatan bersih
/ kerugian bersih dalam jangka waktu tertentu, contoh terlampir.
Laba merupakan
tolok ukur utama atas efisiensi manajemen.
3. Laporan arus tunai, disebut juga
laporan arus sumber dan pemakaian uang, catatan keluar masuknya uang oleh transaksi-transaksi
keuangan selama waktu tertentu, terdiri;
a.
Arus masuk tunai .
sumber berasal dari hasil-hasil penjualan
produk dan pembayaran-pembayaran dari pemerintah (dana subsidi); hasil
penjualan barang-barang produksi; pendapatan dari sumber luar pertanian
seperti: bunga modal, deviden dan
upah; penjualan kertas berharga; pinjaman
dan modal milik pribadi dari
luar perusahaan agribisnis.
b.
Arus keluar tunai .
sumber berasal dari biaya operasional; investasi
modal seperti: tanah, bangunan dsb;
pembelian kertas-kertas berharga; pembayaran hutang uang; pengeluaran uang
tunai untuk konsumsi, pajak, pembayaran
deviden, bunga; penarikan modal milik pribadi untuk hadiah dan liburan,dsb.Link : blog petani kreatif
FUNGSI DAN PERAN PENYULUH PERTANIAN
Apa sebenarnya fungsi dan peran Penyuluh Pertanian dalam sistem penyuluhan pertanian? Mari kita lihat esensi dari peran dan fungsi tersebut di tengah masyarakat, yakni:
- memfasilitasi proses pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha,
- mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya,
- meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha,
- membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan,
- membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha,
- menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan, dan
- melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara berkelanjutan.
Subscribe to:
Comments (Atom)





(01).jpg)



.jpg)


